Dari Ruang Kecil Hingga Area Turnamen
Sejak kecil, aku selalu mengagumi kakakku yang bisa menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar komputer. Bagianku, suara ketukan keyboard dan efek tembakan dari speaker adalah musik yang merdu. Kakakku adalah orang pertama yang mengenalkanku pada dunia game. Mulai dari petualangan epik di dunia fantasi hingga game tembak-menembak yang penuh adrenalin, aku dengan cepat jatuh cinta pada dunia game. Hobi ini melekat hingga aku bertambah besar. Ketika SMP, dunia tiba-tiba berubah. Pandemi COVID-19 melanda, dan seperti anak-anak lain di seluruh dunia, aku harus beradaptasi dengan kehidupan baru. Sekolah berubah menjadi layar Zoom yang membosankan, dan ruang gerakku terasa semakin sempit. Tapi ada satu hal yang tetap yaitu kecintaanku pada game. Dari pagi hingga malam, game menjadi pelarianku, tempat di mana aku bisa merasa bebas dan tanpa batas. Namun, di balik kesenangan itu, orang tuaku mulai khawatir. "Kamu lagi-lagi main game? Kapan kamu belajar?" tegur ibuku suatu malam, de...